Bima, SentralNTB.Id – Kepergian seorang pemuda berusia 22 tahun dari rumah untuk mencari kelapa berubah menjadi kabar duka yang menyayat hati. F, warga Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari pohon kelapa di So Doro Sandue, Dusun La Gaga, Desa Sandue.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 12.00 WITA. Tak seorang pun menyangka, aktivitas yang semula dijalani seperti biasa tersebut menjadi perjalanan terakhir bagi almarhum.
Korban diketahui berpamitan untuk mencari kelapa. Namun, beberapa waktu kemudian, dua warga yang sedang mencari kelapa di sekitar lokasi justru menemukan sosok tubuh tergeletak di area tersebut.
Keduanya kemudian mendekati lokasi dan mengenali bahwa sosok tersebut merupakan F, warga Desa Sandue. Kabar duka itu pun segera disampaikan kepada warga dan keluarga korban.
Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Sanggar Iptu Zuhdar langsung memerintahkan Kanit Intelkam bersama personel Polsek Sanggar untuk mendatangi lokasi dan membantu proses evakuasi.
Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Jarak yang jauh dan kondisi medan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan cara manual.
Ayah kandung korban bersama keluarga dan personel Polsek Sanggar kemudian menuju lokasi. Dengan menggunakan alat seadanya, jenazah korban ditandu oleh warga hingga mencapai titik yang dapat dijangkau kendaraan.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menggunakan mobil ambulans Puskesmas Sanggar untuk dibawa dari lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa yang diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 30 meter.
Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Namun demikian, informasi tersebut merupakan keterangan dari warga dan bukan menjadi kesimpulan penyebab jatuhnya korban.
Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sanggar Iptu Zuhdar, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
“Kami atas nama pribadi dan institusi menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah dan memilih untuk tidak dilakukan visum maupun autopsi. Keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian almarhum untuk selamanya.
Kepergian F meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Sandue. Niat hati mencari kelapa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun takdir berkata lain. Ia pergi dari rumah, tetapi tidak pernah kembali dalam keadaan hidup.
Kini, yang tersisa hanyalah kenangan, doa, dan harapan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Selamat jalan, F. Semoga langkah terakhirmu menuju kepergian menjadi jalan menuju rahmat dan ampunan Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menerima takdir ini dengan penuh keikhlasan.”
Pasca kejadian tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Sanggar dilaporkan tetap aman dan kondusif..(01"Red).

COMMENTS