Bima, SentralNTB.Id – Sekitar 500 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah II Bima (UMB) mendapat suntikan semangat kebangsaan dari Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., dalam kuliah singkat Wawasan Kebangsaan, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus II Universitas Muhammadiyah II Bima, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima, itu menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memperkuat pemahaman tentang Pancasila, persatuan dan kesatuan, serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Rektor Universitas Muhammadiyah II Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., menyampaikan sambutan.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, mencintai tanah air, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Memasuki materi utama, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan mengajak mahasiswa memahami wawasan kebangsaan sebagai cara pandang bangsa Indonesia yang menempatkan persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan utama, dengan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa yang dimiliki Indonesia bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan besar yang harus dirawat dan dijaga bersama.
“Bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata. Belajar dengan sungguh-sungguh, menaati aturan, menjaga kerukunan, bergotong royong dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat juga merupakan bagian dari bela negara,” pesan Dandim kepada para mahasiswa.
Dandim juga mendorong mahasiswa baru UMB agar tidak sekadar menjadi generasi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi generasi yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.
Ia mengingatkan mahasiswa agar mewaspadai berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan bangsa, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, intoleransi, radikalisme, narkoba hingga konflik antarkelompok.
Mahasiswa juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi harus terlebih dahulu diperiksa kebenarannya sebelum diteruskan kepada orang lain.
“Jangan sampai media sosial menjadi tempat menyebarkan informasi yang justru memecah persatuan. Jadilah mahasiswa yang mampu berpikir kritis, memiliki karakter dan integritas,” pesan Dandim.
Ia berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, dapat menjadi pelopor persatuan dan kesatuan sekaligus menjadi bagian penting dalam mempersiapkan terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika memasuki sesi tanya jawab. Dandim memberikan sejumlah pertanyaan kepada mahasiswa dan memberikan hadiah bagi mereka yang berhasil menjawab dengan tepat.
Menariknya, dua mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan tersebut mendapatkan beasiswa selama satu semester.
Kedua mahasiswa tersebut yakni Muhammad Sauqir, mahasiswa Program Studi Gizi, dan Jumratun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini.
Pemberian beasiswa tersebut menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya agar semakin aktif, percaya diri dan berani menyampaikan pendapat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama serta pemberian cenderamata dari Universitas Muhammadiyah II Bima kepada Dandim 1608/Bima.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, aman dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mahasiswa baru UMB tidak hanya menjadi insan akademis yang berprestasi, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang berkarakter, berintegritas, cinta tanah air, serta menjadi pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.,(01"Red Mad).

COMMENTS